Saat menikmati pemandangan dari
gardu pandang atas pulau pantai Kukup,
terkilas di arah timur terlihat
samar-samar
hamparan pasir yang tidak begitu luas,
diapit dua bukit
karst disisi-sisinya.
Akhirnya diketahui nama pantai tersebut yaitu pantai Porok, pantai yang
terletak di Desa Kemandang, Kecamatan
Tanjungsari, Gunungkidul masih satu daerah administrasi dengan pantai Kukup,
Lolang, dan Sepanjang. Pantai ini ternyata pernah dirintis Universitas Gadjah
Mada (UGM) menjadi kawasan karst yang menghasilkan melon. Mengunjungi pantai
ini, saya berharap bisa melihat perkebunan melon yang katanya pertama di
kawasan karst Gunungkidul.
Ada beberapa rute yang dapat
ditempuh untuk menuju pantai Porok ini yaitu dari rute pantai Kukup atau rute kawasan pantai Lolang dan rute-rute ini
hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Sebelumnya kita harus berjalan
menempuh perjalanan sekitar dua jam naik kendaraan pribadi/sewa menuju kawasan
pantai Gunungkidul tersebut. Jika kita ingin melewati rute pantai Kukup kita harus
menaiki dan menerabas bukit timur di pantai Kukup , jika melewati rute pantai Lolang kita bisa menaiki bukit pantai
lolang sebelah barat atau bisa juga mengitari bukit tersebut melewati
perladangan warga sekitar.
Gardu pandang yg terlihat setelah menaiki bukit pantai Lolang |
Menyelusuri hutan :) |
Waktu saya mengunjungi pantai
ini, saya memilih menaiki bukit sebelah barat pantai Lolang. Jalan naik ke
bukit tersebut cukup terjal namun sudah jalan naiknya sudah cukup baik karena
bukit itersebut sepertinya sebentar lagi mau dibuat resort pribadi atau
semacamnya :’(. Setelah sampai diatas
bukit, langsung terlihat pemandangan cantik alam Pesisir Selatan GunungKidul.
Ikuti jalan setapak yang ada kea rah sebuah
gardu pandang yang terlihat. Disekitar gardu pandang tersebut aka nada
jalan setapak menuruni bukit ,menyelusuri hutan Akasia, pohon pandan dan semak
belukar. Hati-hati ya sama duri-duri pohon pandan, lumayan bisa bikin luka.
Setelah melewati jalan tersebut sampai lah kita di pantai Porok :)
Pemandangan Pantai Porok |
Ternyata Pantainya cukup luas
juga, ditumbuhi vegetasi khas pantai Gunungkidul seperti pohon pandang yang membentuk garis yang
membatasi wilayah berpasir dan wilayah bertanah. Ada juga pohon-pohon cemara
laut yang tumbuh alami, jarang melihat jenis pohon ini tumbuh alami di Gunungkidul.
Dahan-dahan pohon cemara ini bisa digunaka untuk berteduh menyantap bekal yang
kita bawa (sampahnya jangan dibuang sembarangan ya). Jika melihat ke arah barat
kita bisa melihat gardu pandang diatas pulaunya pantai kukup yang teguh sekali
di hantam gelombang laut selatan.
Gardu Pandang atas Pulau Pantai Kukup |
Sayangnya saat saya berkunjung
kesini saya tidak menemukan perkebunan melon, mungkin belum musim tanamnya,
yuah semoga lain kesempatan bisa melihat perkebunan melon. Setelah puas
menikmati segala yang ada disana, saya
bergegas kembali pulang
NB: pengalaman temen blog, tentang serunya ke pantai Porok melewati rute pantai Kukup (menaiki bukit timur pantai kukup). Klik : Rephzone
pengen kesini..mau dong diajakin tp jangan pagi2 :3
BalasHapusIni sekarang jadi racun, soalnya mau kesana udah jauh. Ah :'(
BalasHapuspernah ngeliat pantai di atas pendopo pantai kukup, ternyata ini toh pantainya, keren juga pemandangannya
BalasHapus@anno..mesti langsung mrono sesok :3
BalasHapus@mauren,,waaaa..jogja-semarang deket mba :) drpada dr jakarta
@ruslan..hehe yap..dr dulu penasaran klo liat dr kukup..akhirnya kesampean :)
Sumpah keren dan sepi nya ini jadi nilai plus, kmrn sempet baca tulisan pantai ini tapi males belokin mobil karena ngejar ke sadranan ama drini :(
BalasHapushehe sadranan, drini juga bagus..klo suruh milih juga bingung :D
Hapuswah, bagus ya, kak. semoga aja pas akhir bulan ke jogja bisa mampir ke sana juga, hehe
BalasHapusgimana mba, kesampaian ke jogja kemarin?
Hapus